Rabu, 14 Desember 2011

Makalah PKN (Ideologi Terbuka)


MAKALAH
IDEOLOGI TERBUKA
(Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah pendidikan pancasila)




Disusun Oleh:
o   Imas Nawangsih (4442111534 )
o   Mike Retnosari (4442111414)
o   Sinta Karina (444211084)
o   Syifa khoirunnisa (4442110210)


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRAYASA
2011






 
KATA PENGANTAR


Dengan mengucapkan puji syukur terhadap tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Ideologi Terbuka”.
Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila.
Dalam penyelesaian makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat :
1.       Ibu Lia Yuliani., selaku dosen pembimbing M.Si mata kuliah Pendidikan Pancasila .
2.      Kedua orang tua tercinta yang telah memberikan do’a dan dukungannya baik moril maupun materil sehingga tersusunnya makalah ini .
3.      Semua teman-teman yang telah memberikan semangat dan bantuan hingga makalah ini dapat terselesaikan .

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna mengingat terbatasnya kemampuan penulis . Harapan dan do’a penulis semoga segala kebaikan yang telah diberikan mendapat imbalan dari Allah SWT.
Akhirnya semoga makalah ini dapat memberikan manfaat pada masyarakat yang membutuhkan dan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Amin .

                                                                                   
                        Serang,    November 2011


Penulis





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Tujuan dan Manfaat Penyusunan Makalah
BAB II. PEMBAHASAN
A.    Arti ideology terbuka
B.     Asal Mula Langsung
C.    Asal Mula Tidak Langsung
D.    Faktor Pendorong Keterbukaan Ideologi Terbuka
E.     Batas-batas Keterbukaan Ideologi Terbuka
BAB III. PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA








BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. kata ideologi sendiri di ciptakan oleh destutt de tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan “sains tentang ide” ideologi dapat dia anggap sebagai visi yang komperhensif, sebagai cara untuk melakukan sesuatu, secara umum dan beberapa ahli filosofis atau sekelompok ide yang di ajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan utama di balik ideologi adalah sistem pemikiran abstark yang diterapkan pada masalah-masalah publik sehingga membuat konsep politik .secara lisan mengikuti ideologi diletakan dalam berpikir dengan sistem eksplisit.
Pancasila dijadikan ideologi dikarenakan pancasila memiliki falsafah mendasar dan rasional, dan pancasila teruji kokoh dan kuat dalam dasar mengatur kehidupan bernegara selain itu pancasila juga merupakan wujud dari konsensus nasianal karena negara bangsa indonesia ini adalah sebuah disein negara moderan yang disepakati pendiri negara RI yang kemudian di wariskan dari generasi ke generasi.

B.     Tujuan dan Manfaat penyusunan makalah
Dalam suatu kegiatan yang dilaksanakan pasti mempunyai tujuan dan manfaat yang akan diperoleh . Adapun tujuan dan manfaat penyusunan makalah ini adalah :
·         Tujuan Penyusunan
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan informasi yang berkaitan dengan ideology terbuka .
·         Manfaat Penyusunan
Diharapkan dapat memberikan informasi dan sumbangan pengetahuan khususnya dalam bidang pendidikan pancasila .

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Arti Ideologi Terbuka
Ideologi terbuka ialah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya sendiri.
Ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal. Sumber semangat ideologi terbuka itu sebenarnya terdapat dalam Penjelasan Umum UUD 1945, yang menyatakan, “... terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah cara membuatnya, mengubahnya dan mencabutnya“.
B.     Asal Mula Langsung
Pengertian asal mula secara ilmiah filsafati di bedakan menjadi empat yaitu: causa materialis, causa formalis, causa efficient.
Adapun rincian asal mula langsung Pancasila menurut Notonegora adalah sebagai berikut :
a. Asal mula bahan (causa materialis)
Asal bahan Pancasila adalah bangsa Indonesia itu sendiri karena Pancasila di gali dari nilai-nilai, adapt-istiadat, kebudayaan serta nilai-nilai religius yang terdapat dalam kehidupan sehari hari bangsa Indonesia.
b. Asal mula bentuk (causa formalis)
Hal ini di maksudkan bagaimana asal mula bentu atau bagaimana bentuk Pancasila itu di rumuskan sebagaimana termuat dalam Pembukaan UUD 1945. maka asal mula bentuk Pancasila adalah ; Soekarno bersama-sam denagn Drs. Moh Hatta serta anggota BPUPKI lainya merumuskan dan membahas pancasila terutama hubungan bentuk,rumusan dan nama Pancasila.
c. Asal mula karya (causa efficient)
Asala mula karya yaitu asal mula yang menjadikan Pancasila dari calon dasar Negara menjadi dasar negarayang satu. Adapun asal mula karya adalah PPKI sebagai pembentuk Negara dan atas dasar pembentuk Negara yang mengesahkan Pancasila menjadi dasar Negara yang sah, setelah melakukan pembahasan baik yang di lakukan oleh BPUPKU , Panitia Sembilan.

C.     Asal Mula Tidak Langsung
Asal mula tidak langsung pancasila bila dirinci adalah sebagai berikut:
a. unsur-unsur Pancasila tersebut sebelum secara langsung dirumuskan menjadi dasar filsafat Negara. Nilai-nilainya yaitu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, nilai keadilan telah ada dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia sebelum membentuk Negara.
b. Nilai-nilai tersebut terkandung dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk Negara, yang berupa nilai-nilai adat istiadat, nilai kebudayaan serta nilai religius. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam memecahkan problema kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.
c. Dengan demikian dapat disimpulakan bahwa asal mula tidak langsung Pancasila pada hakikatnya bangsa Indonesia sendiri, atau dengan kata lain bangsa Indonesia sebagai “Kausa materialis” atau sebagai asal mula tidak langsung nilai-nilai Pancasila.
Berdasarkan uraian di atas ,dapat membeikan gambaran pada kita bahwa pancasila itu pada hakikatnya adalah sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang jauh sebelum bangsa Indonesia membentuk Negara.

D.    Faktor Pendorong Keterbukaan Ideologi Terbuka
Faktor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideologi Pancasila adalah sebagai berikut :
a.       Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat.
b.      Kenyataan menunjukkan, bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku dikarenakan cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
c.       Pengalaman sejarah politik kita di masa lampau.
d.      Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.
Keterbukaan ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual dalam dunia modern. Kita mengenal ada tiga tingkat nilai, yaitu nilai dasar yang tidak berubah, nilai instrumental sebagai sarana mewujudkan nilai dasar yang dapat berubah sesuai keadaan dan nilai praktis berupa pelaksanaan secara nyata yang sesungguhnya. Nilai-nilai Pancasila dijabarkan dalam norma - norma dasar Pancasila yang terkandung dan tercermin dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai atau norma dasar yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 ini tidak boleh berubah atau diubah. Karena itu adalah pilihan dan hasil konsensus bangsa yang disebut kaidah pokok dasar negara yang fundamental (Staatsfundamentealnorm). Perwujudan atau pelaksanaan nilai-nilai instrumental dan nilai-nilai praktis harus tetap mengandung jiwa dan semangat yang sama dengan nilai dasarnya.
E.     Batas-batas Keterbukaan Ideologi Terbuka
Sungguhpun demikian, keterbukaan ideologi Pancasila ada batas-batasnya yang tidak boleh dilanggar, yaitu sebagai berikut :
a.       Stabilitas nasional yang dinamis.
b.      Larangan terhadap ideologi marxisme, leninisme dan komunisme.
c.       Mencegah berkembangnya paham liberal.
d.      Larangan terhadap pandangan ekstrim yang mengelisahkan kehidupan masyarakat.
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Ideologi terbuka hanya berisi orientasi dasar sedangkan penerjemahannya ke dalam tujuan dan norma sosial politik selalu dapat dipertanyakan dan di sesuaikan dengan nilai dan perinsip moral yang berkembang di masyarakat oprasional cita-cita yang akan di capai bersifat terbuka,tidak totaliter dan tidak digunakan untuk mengintimidasi oranglain atau kelompok lain dan hanya ada di sitem ekonomi demokrasi.

B.     Saran
Saran yang disampaikan penulis yaitu semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan yang baru bagi para pembaca .

                                                                                                                             









DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar